Senin, 21 September 2020

Refleksi Pesantren Ramadhan Daring


Pesantren Ramadhan Online/Daring
 
Pesantren Ramadhan yang merupakan kegiatan rutin dilaksanakan setiap tahun di SMA Negeri 1 Krembung, tahun ini di tengah situasi pandemi covid-19, sebagaimana KBM yang harus tetap berjalan secara daring. Pesantren Ramadhan pun demikian, tetap harus berjalan secara virtual atau daring. Musibah covid-19 yang memaksa pendidikan harus merumahkan peserta didik (BDR/Belajar di rumah), dan para guru pun dan karyawan pun WFH (work from Home) sejak 17 Maret 2020.  Meski pemerintah memberlakukan social distancing dan phisical distancing, akan tetapi SMAN 1 Krembung dan hampir seluruh lembaga pendidikan di Indonesia, tetap melaksanakan pesantren ramadhan, bahkan full satu bulan mulai tanggal 24 April sampai 19 Mei 2020.  Meskipun tidak bisa melakukan kegiatan pembinaan peningkatan keimanan dan  ketaqwaan   terhadap Tuhan Yang Maha Esa, namun tak mematahkan semangat guru Pendidikan Agama Islam dan para peserta didik untuk mengoptimalkan memanfaatkan moment bulan suci yang penuh berkah untuk beribadah  baik mahdhoh maupun ghoiru mahdhoh, diantaranya adalah dengan belajar agama dan berbuat baik kepada kedua orangtua. 

 


 



Jumat, 03 April 2020

serba-serbi "Hikmah di Balik Covid 19"

TUHAN MENGAJARKAN MELALUI CORONA
Karya : KH Mustofa Bisri

Vatikan sepi
Yerusalem sunyi
Tembok Ratapan dipagari
Paskah tak pasti
Ka'bah ditutup
Shalat Jumat dirumahkan
Umroh batal
Shalat Tarawih Ramadhan mungkin juga bakal sepi.

Corona datang
Seolah-olah membawa pesan bahwa ritual itu rapuh!
Bahwa "hura-hura" atas nama Tuhan itu semu
Bahwa simbol dan upacara itu banyak yang hanya menjadi topeng dan komoditi dagangan saja.

Ketika Corona datang,
Engkau dipaksa mencari Tuhan
Bukan di Basilika Santo Petrus
Bukan di Ka'bah.
Bukan di dalam gereja.
Bukan di masjid
Bukan di mimbar khotbah
Bukan di majels taklim
Bukan dalam misa Minggu
Bukan dalam sholat Jumat.

Melainkan,
Pada kesendirianmu
Pada mulutmu yang terkunci.
Pada hakikat yang senyap
Pada keheningan yang bermakna.

Corona mengajarimu,
Tuhan itu bukan (melulu) pada keramaian
Tuhan itu bukan (melulu) pada ritual
Tuhan itu ada pada jalan keputus-asaanmu dengan dunia yang berpenyakit.

Corona memurnikan agama
Bahwa tak ada yang boleh tersisa.
Kecuali Tuhan itu sendiri!
Tidak ada lagi indoktrinasi yang menjajah nalar.
Tidak ada lagi sorak sorai memperdagangkan nama Tuhan.

Datangi, temui dan kenali DIA di dalam relung jiwa dan hati nuranimu sendiri.
Temukan Dia di saat yang teduh dimana engkau hanya sendiri bersamaNya.

Sesungguhnya Kerajaan Tuhan ada dalam dirimu.
Qalbun mukmin baitullah.
Hati orang yang beriman adalah rumah Tuhan.

Biarlah hanya Tuhan yang ada.
Biarlah hanya nuranimu yang bicara.
Biarlah para pedagang, makelar, politikus dan para penjual agama disadarkan oleh Tuhan melalui kejadian ini.
Semoga kita bisa belajar dan mengambil hikmah dari kejadian ini.

__
Jakarta 21 Maret 2020 ikhtiar dan bermunajat

Kamis, 2 April 2020 "KBM DARING SMANIKRE"

JURNAL KBM DARING DI SMA NEGERI 1 KREMBUNG


Rabu, 1 April 2020 "KBM DARING SMANIKRE"

JURNAL KBM DARING SMA NEGERI 1 KREMBUNG, TANGGAL 1 APRIL 2020


31 MERET 220, KBM DARING SMANIKRE

JURNAL KBM SMA NEGERI 1 KREMBUNG, TANGGAL 31 MARET 2020


30 MARET 2020, KBM DARING SMANIKRE

KBM DARING SMA NEGERI 1 KREMBUNG , TANGGAL 30 MARET 220

Kamis, 26 Maret 2020

26 MARET 2020 "JURNAL DARI SMANIKRE"

JURNAL KBM DARI SMA NEGERI 1 KREMBUNG, TANGGAL 26 MARET 2020

Pembelajaran PAI - DARING , merujuk SE.Mendikbud. No. 4 Tahun 2020

Proses belajar dari rumah dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Belajar dari rumah melalui pembelajaran daring/jarak jauh dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa, tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun keluiusan
  2. Belajar dari rumah dapat difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup antara lain mengenai pandemi Covid-19.
  3. Aktivitas dan tugas pembelajaran belajar dari rumah dapat bervariasi antarsiswa, sesuai minat dan kondisi masing-masing, termasuk mempertimbangkan kesenjangan akses/ fasilitas belajar di rumah
  4. Bukti atau produk aktivitas belajar dari rumah diberi umpan baiik yang bersifat kualitatif dan berguna dari guru, tanpa diharuskan memberi skor/nilai kuantitatif.

untuk memberikan pembelajaran bermakna bagi peserta didik dan difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup antara lain mengenai pandemi Covid-19, bukan berarti terlepas dari materi-materi mata pelajaran yang diampu (dalam hal ini saya sebagai guru PAI). 
Guru dapat mengkoneksikan materi dengan konteks atau situasi sosial saat ini (darurat Covid-19). dengan harapan, anak-anak tetap belajar dari teks (materi-materi sesuai dengan permendikbud.No.37 tahun 2018) yang dalam PAI meliputi lima aspek : al Qur'an, Akidah, fiqih, akhlak dan Tarikh. sebab, bagaimanapun untuk memiliki kecakapan hidup, mustahil tanpa terlebih dahulu memiliki ilmu pengetahuan. Dan untuk menjadi mukmin , muslim yang baik non sens tanpa harus ta'lim terlebih dahulu.  
karena itu belajar itu wajib hukumnya bagi setiap orang Islam. dan sesorang menjadi bijak dan cerdas intelektual, spiritual, sosial, dan emosional dari proses belajar (dari teks ke konteks). karena itu keduanya sangat penting dan harus berjalan selaras. 
Allah SWT. berfirman dalam QS. al Mujadalah : 11


"Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."



Berikut ini contoh tugas PAI merujuk pada SE.N0.4 tahun 2020 :


pemahaman awal bagi kita semua tentang SE Mendikbud RI no. 4 tahun 2020

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim  mengeluarkan surat edaran khusus tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan di tengah wabah penyebaran virus corona (Covid-19).

SE ini bernomor 4 tahun 2020 yang ditandatangani pada 24 Maret 2020. SE ini berisi tentang bagaimana memprioritaskan kesehatan para siswa, guru, dan seluruh warga sekolah, termasuk keputusan pemerintah membatalkan ujian nasional (UN) 2020 :

Berikut instruksi yang dikeluarkan Mendikbud RI pada Rabu (25/3/2020) :

1. UN Tahun 2020 dibatalkan, termasuk Uji Kompetensi Keahlian 2020 bagi Sekolah Menengah Kejuruan.
Dengan dibatalkannya UN Tahun 2O2O maka keikutsertaan UN tidak menjadi syarat kelulusan atau seleksi masuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Dengan dibatalkannya UN Tahun 2020 maka proses penyetaraan bagi lulusan program Paket A, program Paket B, dan program Paket C akan ditentukan kemudian.

2. Proses Belajar dari Rumah 
Proses belajar dari rumah dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut:
Belajar dari rumah melalui pembelajaran daring/jarak jauh dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa, tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun keluiusan
Belajar dari rumah dapat difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup antara lain mengenai pandemi Covid-19.
Aktivitas dan tugas pembelajaran belajar dari rumah dapat bervariasi antarsiswa, sesuai minat dan kondisi masing-masing, termasuk mempertimbangkan kesenjangan akses/ fasilitas belajar di rumah
Bukti atau produk aktivitas belajar dari rumah diberi umpan baiik yang bersifat kualitatif dan berguna dari guru, tanpa diharuskan memberi skor/nilai kuantitatif.

3. Ujian Sekolah
Ujian Sekolah untuk kelulusan dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut:
Ujian Sekolah untuk kelulusan dalam bentuk tes yang mengumpulkan siswa tidak boleh dilakukan, kecuali yang telah dilaksanakan sebelum terbitnya surat edaran ini
Ujian Sekolah dapat dilakukan dalam bentuk portofolio nilai rapor dan prestasi yang diperoleh sebelumnya, penugasan, tes daring, dan/atau bentuk asesmen jarak jauh lainnya
Ujian Sekolah dirancang untuk mendorong aktivitas belajar yang bermakna, dan tidak perlu mengukur ketuntasan capaian kurikulum secara menyeluruh.
Ujian Sekolah yang telah melaksanakan Ujian Sekolah dapat menggunakan nilai Ujian Sekolah untuk menentukan kelulusan siswa.
Adapun bagi sekolah yang belum melaksanakan Ujian Sekolah berlaku ketentuan seperti kelulusan Sekolah Dasar/sederajat ditentukan berdasarkan nilai lima semester terakhir (kelas 4, kelas 5, dan kelas 6 semester gasal). Selain itu, nilai semester genap kelas 6 dapat digunakan sebagai tambahan
niiai kelulusan.
Selain itu, kelulusan Sekolah Menengah Pertama/sederajat dan Sekolah Menengah Atas/sederajat ditentukan berdasarkan nilai lima semester terakhir. Nilai semester genap kelas 9 dan kelas 12 dapat digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan.
Adapun kelulusan Sekolah Menengah Kejuruan/sederajat ditentukan berdasarkan nilai rapor, praktik kerja lapangan, portofolio dan nilai praktik selama lima semester terakhir. Nilai semester genap tahun terakhir dapat digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan.

4. Kenaikan Kelas
Kenaikan kelas dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut :
Ujian akhir semester untuk kenaikan kelas dalam bentuk tes yang mengumpulkan siswa tidak boleh dilakukan, kecuali yang telah dilaksanakan sebelum terbitnya Surat Edaran ini
Ujian akhir semester untuk kenaikan kelas dapat dilakukan dalam bentuk portofoiio nilai rapor dan prestasi yang diperoleh sebelumnya, penugasan, tes daring, dan/atau bentuk asesmen jarak jauh lainnya
Ujian akhir semester untuk kenaikan kelas dirancang untuk mendorong aktivitas belajar yang bermakna, dan tidak perlu mengukur ketuntasan capaian kurikulum secara menyeluruh.

5. Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)
PPDN dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut :
Dinas Pendidikan dan sekolah diminta menyiapkan mekanisme PPDB yang mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19, termasuk mencegah berkumpulnya siswa dan orangtua secara fisik di sekolah
PPDB pada Jalur Prestasi dilaksanakan berdasarkan akumulasi nilai rapor ditentukan berdasarkan nilai lima semester terakhir dan/atau prestasi akademik dan non-akademik di luar rapor sekolah
Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyediakan bantuan teknis bagi daerah yang memerlukan mekanisme PPDB daring.

6. Dana Bantuan Operasional Sekolah
Dana Bantuan Operasional Sekolah atau Bantuan Operasionai Pendidikan dapat digunakan untuk pengadaan barang sesuai kebutuhan sekolah termasuk untuk membiayai keperluan dalam pencegahan pandemi Covid19 seperti penyediaan alat kebersihan, hand sanitizer, disinfectant, dan masker bagi warga.


"COPAS WA"

KEBIJAKAN PEMERINTAH TENTANG UNBK DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN DALAM MASA DARURAT COVID-19

SE NOMOR 4. TAHUN 2020 TENTANG PELAKSANAAN KEBIJAKAN PENDIDIKAN DALAM MASA DARURATPENYEBARAN CO RO NAVIRU S D/SEASE (COVID- 1 9)


SE GUBENRNUR JATIM 420/1950/101.1/2020 SE DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA TIMUR, No. 420/1951/101.1/2020

Selasa, 24 Maret 2020

HASIL SURVEY TENTANG PEMBELAJARAN "DARING" SISWA SMANIKRE





25 MARET 2020, JURNAL KBM DARING SMANIKRE

JURNAL KBM DARI SMA NEGERI 1 KREMBUNG, "SELASA 24 MARET 2020"

TUGAS LITERASI-PAI TENTANG "SOCIAL DISTANCING"

CONTOH JAWABAN SISWA SMANIKRE YANG LUAR BIASA 
NAMA : LUTHFI AINUN MURTAFI'A
KELAS : XI MIPA6
NO.ABSEN :18



DARING DALAM "MERDEKA BELAJAR" : TRANSFORMASI TEKS KE DALAM KONTEKS

Hasil survey online, tentang pendapat Peserta Didik terhadap pembelajaran DARING di SMAN 1 Krembung, menunjukkan :

1. 51,1 % menyatakan cukup senang, sisanya 29,4 % senang, 11,8 % tidak senang, 7,4 % senang sekali
2. 34% enjoy (tidak ada kesulitan) dalam belajar online
3. 69,6 % menyatakan tugas yang diberikan guru terlalu berat
4.  100%, menyatakan rata-rata guru menggunakan google classroom
5.  58,8 %, berharap agar guru mengurangi volume tugas, karena semua guru memberikan tugas.


Berdasarkan hasil survey tersebut, marilah kita sebagai guru untuk merespon dengan tidak memberikan tugas kepada peserta didik  terlalu berat .
Berikan mereka tugas dengan tidak  melebihi kapasitasnya.

Alangkah baiknya kita memberikan tugas kepada anak-anak dengan soal HOTS, yakni mengkaitkan materi yang telah/sedang kita ajarkan ke anak-anak dengan konteks yang terjadi saat ini (misalnya saat ini yang sedang ramai dibahas adalah COVID-19), arahkan anak-anak untuk mau literasi tentang situasi saat ini dari berbagai perspektif. Belajar tidak sebatas teori-teori, atau menghafal dalil-dalil, tapi bagaimana anak bisa mentransformasikan pengetahuan mereka dalam konteks kehidupan nyata.
Sehingga dapat memberikan stimulus kepada anak untuk memiliki kepekaan sosial. Sebab mengajar tidak hanya transfer of knowledge, tapi juga transfer of value. melalui pendekatan Humanisme dan Konstruktivisme.

semoga putra putri didik kita menjadi generasi muda yang tidak hanya cerdas intelektual, tapi juga cerdas sosial, sehingga menjadi manusia yang anfa' linnas. Amin

23 MARET 2020, JURNAL KBM DARING SMANIKRE

JURNAL KBM DARING SMA NEGERI 1 KREMBUNG TANGGAL,  23 MARET 2020

19 MARET 2020, KBM DARING SMANIKRE

JURNAL KBM DARING SMA NEGERI 1 KREMBUNG, TANGGAL 19 MARET 2020

20 MARET, KBM DARING SMA NEGERI 1 KREMBUNG

JURNAL KBM DARING SMA NEGERI 1 KREMBUNG,TANGGAL 20 MARET 2020

18 MARET, KBM DARI SMAN 1 KREMBUNG

JURNAL KBM DARING SMA NEGERI 1 KREMBUNG, TANGGAL 18 MARET 2020

TUGAS DARING "BU ULFA", 24 Maret 2020

Selasa, 24 Maret 2020

06.45 - 09.00 WIB :  Kelas XI MIPA6
10.00 - 11.30 WIB. : Kelas XI MIPA7


Assalamu'alaikum anak-anakku..


tetap semangat belajar, karena belajar adalah "fardhu" bagi kita ummat Islam. dan jangan lupa jaga kesehatan diri sendiri dan keluarga kalian ya.. tetap optimis dengan Takdir baik dari Allah.

berikut tugas DARING dari ibu untuk kalian. (klik tautan berikut ini)

XI MIPA6
https://classroom.google.com/u/0/c/NDQzOTI2MDMwNTRa/a/NTU1NzY5NjAzOTNa/details



XI MIPA 7
https://classroom.google.com/u/0/c/NDQzOTcwNjc0NTRa/a/NTU1ODY0MDc5MTRa/details

Moderasi COVID-19

BERMAZHAB ASY'ARIYYAH KONTRAPRODUKTIF DENGAN UPAYA PENANGGULAN COVID-19?


Di tengah kegaduhan akibat pandemic Covid-19, muncul respon demikian: “Hidup dan mati sudah diatur oleh Allah. Kalau sudah waktunya mati, ya mati. Kalau belum, ya tidak akan mungkin mati.” Atau, “Saya tidak takut Corona, hanya takut kepada Allah.” Ada lagi, “Corona telah merusak tatanan agama. Sholat di masjid tak boleh lama-lama. Iktikaf di masjid tak dianjurkan. Bersilaturrahim harus dihindari. Bersalaman pun harus dijauhi.” Ada pula yang bercetus, “Jangan tinggalkan masjid karena takut Corona.”

Alhasil, orang-orang yang memegangi prinsip demikian tetap menjalankan kehidupan sehari-hari tanpa mengindahkan anjuran terkait penanganan pandemi Covid-19.

Merespon itu, banyak yang gelisah dan mempertanyakan jangan-jangan pemikiran kegamaan kita ini memang kontraproduktif dengan upaya para ilmuwan untuk menangani pandemi Covid-19. Lebih jauh lagi, jangan-jangan sikap keagamaan kita bertentangan dengan ilmu pengetahuan.

Secara teori, mayoritas umat Islam Indonesia menganut mazhab teologi Ash‘ariyyah, dinisbatkan kepada nama seorang ulama besar, Abū al-Ḥasan al-Asyʿarī (w. 936 M). Mazhab Ash’ariyyah meletakkan kemahakuasaan Allah (qudratullah) di atas segala-galanya. Ini berbeda dengan mazhab Mu‘tazilah yang meletakkan keadilan Tuhan sebagai jangkar pemikiran teologi mereka.

Karena menekankan kekuasaan Allah, penganut mazhab Ash‘ariyyah sering dituduh fatalis, atau bersikap pasif manut kepada keadaan, toh semua sudah diatur Allah. Karena alasan yang sama, penganutnya sendiri pun juga sering jatuh ke lubang fatalisme itu sendiri.

Tapi benarkah mazhab Asy’ariyyah mengajarkan sikap ini? Menurut saya tidak. Jawaban gamblangnya sebenarnya ada di salah satu karakter manhaj Aswaja yang selama ini dipegangi NU, yakni tawasuth (moderat).

Tawasuth menjadi salah satu karakter manhaj Aswaja bukan tanpa latar belakang. Salah satunya, tawasuth menggambarkan posisi negosiatif yang diambil oleh Imam al-Asyʿarī dalam merespon dua pemikiran keagamaan yang populer pada zamannya. Di satu sisi, ada Qadariyyah, yang mengatakan bahwa manusia adalah pemilik perbuatannya. Di sisi lain, ada Jabariyyah, yang menyatakan bahwa segalanya telah ditentukan Allah. Manusia hanyalah wayangnya Allah. Imam al-Asyʿarī melihat adanya kelemahan di kedua posisi tersebut. Akhirnya, beliau melakukan sintesa kreatif dengan menggabungkan aspek positif dari kedua posisi ini.

Hasilnya? Lewat teori kasb (usaha), Imam al-Asyʿarī mengatakan bahwa segalanya di dunia ini terjadi atas izin Allah, tetapi manusia tetap punya potensi dan tanggung jawab untuk berusaha. Teori ini memang rumit, tapi dalam bahasa sederhana, saya bisa merangkumnya dengan ungkapan berikut: “optimalkan ikhtiar lalu bertawakkal.” Artinya, ada sinergi yang seimbang antara ikhtiar, doa, dan tawakkal, antara ikhtiar lahir dan batin. Berikutnya, lewat teori ini, mazhab Asy’ariyyah ini juga tidak membabat habis hukum alam sebagai sunnatullah.

Berdoa dan bertawakkal adalah kemestian yang akan menentramkan batin kita dan menghindarkan kita dari ketakutan yang berlebihan. Dua paket ini tidak dapat dibantah. Hanya yang perlu diingat, sembari berdoa dan sebelum bertawakkal (mewakilkan urusan yang berada di luar kemampuan kita kepada Allah) ada hal yang perlu dilakukan, yakni ikhtiar.

Ikhtiar optimal kita dalam menghadapi Covid-19 bisa dilakukan dengan mengikuti himbauan hasil ijtihad para ilmuwan, yang informasinya sudah tersebar di mana-mana: jaga jarak, hindari kerumuman, #dirumahaja. Metode ini sudah terbukti efektif di negara-negara yang berhasil menekan penyebaran virus Covid-19. Kalau sudah ada buktinya, masa kita mau menentang hukum alam?

Ada juga yang berujar: “Kita Punya Allah, dan Allah pasti akan menolong kita.” Siapa kita “memasti-mastikan” sesuatu kepada Allah? Keimanan tentu penting, tetapi jangan sampai keimanan kita menjatuhkan kepada kecerobohan, kerusakan, dan kezaliman yang lahir dari ketidakmautahuan, untuk tidak mengatakan kebodohan, dan sikap takabbur. Keimanan mustinya melahirkan kerendahhatian dan semangat untuk mencari dan menyebarkan informasi yang tepat. Dalam kondisi seperti saat ini, setiap pernyataan yang lahir dari pemimpin umat dipertaruhkan; apakah ia melahirkan kemanfaatan atau kemadaratan yang luas.

Benar, Nabi memang menganjurkan kita untuk sholat di masjid, silaturahmi, dan bersalaman. Tetapi perlu diingat juga bahwa Nabi, dalam salah satu hadis, juga menganjurkan untuk menjauhkan diri dari orang yang berpenyakit kusta karena tergolong penyakit menular. Nabi menganjurkan umatnya untuk bersikap logis, mengikuti hukum alam, dalam mengambil langkah. Nabi tidak mengajarkan untuk menantang keadaan tanpa perhitungan yang matang dengan dalil, "Allah pasti akan menolong kita." Nabi tidaklah sombong.

Para sahabat juga menggunakan pertimbangan logis ilmiah dalam mengambil keputusan. Ali Imran, dosen Ilmu Hadis UIN Sunan Kalijaga, dalam artikelnya https://islamsantun.org/siap-menghadapi-covid-19-dengan-belajar-dari-sirah-shahabat-abu-ubaydah/ menceritakan sikap para sahabat dalam menyikapi wabah yang menjangkiti Damaskus. Ia menganjurkan untuk mengikuti ijtihad ‘Umar b. Khattab dan ‘Amr b. ‘Ash yang memilih langkah logis untuk menyelamatkan lebih banyak nyawa.

Setelah mendengar kabar wabah, ‘Umar b. Khattab memilih tidak melanjutkan perjalanan ke Damaskus, padahal sudah di tengah jalan. ‘Amr b. ‘Ash membuat kebijakan dengan mengisolasi warga yang sakit ke bukit-bukit. Jangan salah, kebijakan mereka ditentang oleh beberapa sabahat lain juga. Tetapi, bukankah al-Qur’an mengatakan, “Barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya.” (QS. Al Maidah: 32).

Pada akhirnya, mazhab Asy’ariyyah tidaklah mengajarkan kepasrahan buta. Mazhab ini menganjurkan sikap tawasuth yang meletakkan ikhtiar, doa, dan tawakkal dalam kerangka yang seimbang. Ada pertimbangan hukum alam sebagai sunnatullah yang perlu diikuti dalam melakukan ikhtiar. Ketika dipahami demikian, beragama seharusnya tidaklah bertentangan dengan upaya menanggulangi Covid-19.

Allah a'lam

Copy from ...WhatsApp

Senin, 23 Maret 2020

17 MARET "JURNAL KBM DARING SMAN 1 KREMBUNG"

17 MARET , REKAP JURNAL KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR "DARING" SMA NEGERI 1 KREMBUNG TANGGAL 17 MARET 2020

KBM DARING di SMAN 1 Krembung selama "Social Distancing"

Assalamu'alaikum warahmatullahiwabarakatuh

Blog ini dibuat sebagai media untuk memposting tugas belajar online dari dewan guru SMA Negeri 1 Krembung selama masa "Social Distancing" mulai tanggal 19 maret - 5 April 2020.
semua upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk menyelamatkan warga negara Indonesia, adalah ikhtiar untuk menghindari takdir buruk ke takdir baik. (terhidar dari virus Corona, Covid 19)
semoga situasi seperti ini segera beraikhir. sehingga anak-anak bisa belajar sebagaimana sediakala.
kita sebagai manusia, wajib berupaya untuk menyelamatkan diri, sebagaimana Firman Allah dalam QS. al Maidah : 32 :




 32. Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain[411], atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya[412]. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu[413] sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi.


Dengan tetap mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dzat yang Maha Menciptakan., lakukan sholat lima waktu, perbanyak istighfar dan sholawat, dan amalan sunnah lainnya. mari kita sama-sama berikhtiar menjaga kebersihan dan mengikuti instruksi dari pemerintah. jaga diri kita dan keluarga untuk tetap berada di rumah.
Tetap semangat menjalankan tugas negara, menjadi guru, pembelajar, pendidik dan pembimbing bagi putra putri bangsa, persiapkan mereka untuk menjadi generasi yang beriman dan bertaqwa, ber ilmu pengetahuan dan berkarakter. Semoga kebaikan dan usaha kita diijabah oleh Allah SWT. Amin ya Robbal 'alamin.

PRAKTIK DAKWAH DENGAN TEMA "ISLAM RAHMATAN LIL 'ALAMIN"

Berikut adalah video dakwah dengan tema "Islam Rahmatan lil 'alamin"  yang dibuat peserta didik SMAN 1 KREMBUNG, dalam tugas m...